
Setiap daerah punya tradisi atau kebudayaan sendiri, begitu pula dengan suku Minahasa di Manado. Ada lima kebudayaan dari mereka yang unik.
Pemanjatan rasa syukur
Menurut tradisi masyarakat Minahasa di Manado, memanjatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa merupakan hal yang wajib dilakukan, terutama setelah panen. Prosesi ucapan syukur biasanya dihubungkan dengan prosesi keagamaan.
Kesenian musik Kolintang
Disajikan dalam bentuk orkes dan biasanya sudah diajarkan sedini mungkin saat anak-anak masih duduk di bangku sekolah. Alat musik kolintang asli Manado terbuat dari kayu belar yang juga sering disebut sebagai wunut, kemudian seiring dengan perkembangan zaman, kolintang terbuat dari kayu cempaka.
Kegiatan Mapalus
Adalah sistem tradisional orang Minahasa berbentuk gotong royong dengan prosedur kerjasama secara bergiliran oleh tiap-tiap anggota untuk kepentingan bersama. Kegiatan mapalus merupakan kesadaran bersama untuk berkarya, berpikir, dan lain-lain.
Upacara Toki Pintu
Yaitu upacara adat untuk pernikahan suku Minahasa yang mayoritas memeluk agama Kristen Protestan. Acara dilakukan dengan makan malam dan acara kebaktian. Toki Pintu sendiri berisi antar harta hingga prosesi upacara adat yang dirangkai dalam satu hari pelaksanaan.
Tari Cakalele/Kabasaran
Merupakan tarian yang meniru perilaku yang dilakukan para leluhur ketika melawan musuh dan diperagakan melalui tarian. Tari Cakalele adalah sebuah kesenian orang Minahasa yang secara tradisional sering dimainkan warga Manado pada acara tertentu, seperti pagelaran seni budaya atau saat menyambut tamu.